post-image

Kementerian ESDM: Aturan PLTS Atap Diharapkan Jadi Peluang Bisnis bagi Industri

Jakarta, Kompas.com - Perusahaan pengembang proyek energi surya di Indonesia, SUN Energy berkolaborasi bersama Society of Renewable Energy (SRE Indonesia) telah menjalankan program elektrifikasi sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di tiga desa terpencil dan tertinggal selama tahun 2022. Koordinator Pelayanan dan Pengawasan Usaha Aneka EBT Kementerian ESDM, Mustaba Ari mengapresiasi SUN Energy atas percepatan penerapan energi baru terbarukan (EBT). "Saat ini terus memonitor perkembangan industri PLTS, dan turut menyampaikan bahwa kehadiran regulasi mengenai PLTS Atap diharapkan mampu dilihat menjadi peluang bagi pelaku industri PLTS Atap," ujar Mustaba dalam keterangan tertulis, Kamis (23/3/2023).

Dari catatannya, hingga saat ini bauran energi nasional tercatat sebesar 14,11 persen. Angka tersebut menuntut berbagai pihak untuk melakukan upaya 'out of the box' mengakselerasi pemenuhan target bauran energi tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Vice President Electric Vehicle PLN Icon Plus, Anne Aprina Priskila menuturkan, sebagai bagian dari Grup PLN terus mengoordinasikan beragam upaya bagi industri PLTS Atap terutama dalam hal perizinan. "Selain itu, kami juga sedang mengembangkan sebuah sistem yang mampu memonitor penggunaan listrik yang tersambung dalam jaringan. Kami berharap melalui upaya yang kami lakukan dapat turut serta mendukung misi peningkatan akses energi terbarukan di Indonesia," kata Anne.

Tidak hanya melalui operasional bisnis namun turut memberikan dampak terhadap masyarakat dan lingkungan melalui program elektrifikasi wilayah yang belum mendapatkan aliran listrik secara optimal. "Sebelumnya, kami telah mengaliri 19 desa di Indonesia, dan pada hari ini, kami kembali memulai inisiatif kami untuk mengelektrifikasi desa-desa melalui pemanfaatan energi bersih, salah satunya di Desa Paya Cut, Kabupaten Bireun, D.I Aceh," ucapnya.